Peringatan Maulid Nabi, K3S Batuputih Teguhkan Semangat Guru dan Nilai Keteladanan

DPKSUMENEP.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H/2025 M di Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, tidak sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan yang digelar oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan integritas para pendidik.

Bertempat di Kantor Sekretariat KKKS Batuputih (SDN Batuputih Laok II), peringatan Maulid yang berlangsung Selasa pagi (23/9) tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB. Acara berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat.

Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen penting pendidikan dan pemerintahan, di antaranya Sekcam Batuputih Moh. Komaruddin, S.Sos mewakili Camat Batuputih, perwakilan Danramil Batuputih Serka Mohamad Soleh, Pengawas Bina SD Batuputih Herman Santoso, Ketua PGRI H. Zainal, Kepala KUA K. Khumaidin, serta seluruh kepala sekolah dan guru SD se-Kecamatan Batuputih.

Ketua Panitia, H. Ariyanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai wujud syukur dan cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai bentuk penyadaran nilai moral dan etika dalam dunia pendidikan. “Maulid ini bukan hanya seremonial, tapi ajakan konkret untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Khairuddin dari Dasuk menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW di tengah tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa profesi guru adalah pengabdian suci yang tidak boleh tercemar oleh perilaku menyimpang seperti korupsi atau pelanggaran etika lainnya.

“Guru adalah pelita bangsa. Maka, tanggung jawab moralnya sangat besar. Jangan pernah berhenti menjadi teladan. Hindari perbuatan yang bertentangan dengan norma agama maupun hukum negara,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan pemberian santunan kepada 10 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan bukan hanya tempat mengajar dan belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penguatan spiritual. Terlebih di tengah krisis moral yang kerap melanda, peran guru sebagai agen perubahan harus diperkuat, baik secara keilmuan maupun keteladanan sikap.

Dengan semangat Maulid, K3S Batuputih ingin menegaskan bahwa pendidikan bermakna ketika nilai-nilai keteladanan hidup dijalankan, bukan sekadar diajarkan. (ibn)

4.5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments