Alarm DPKS Sumenep, Jangan Ada Siswa “Hilang” dari TKA!

DPKSumenep.id – Di tengah upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menunjukkan keseriusannya dengan turun langsung ke lapangan. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), lembaga ini menyambangi sejumlah sekolah dasar yang tengah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA), baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Langkah ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan cerminan komitmen untuk memastikan bahwa proses evaluasi pendidikan berjalan optimal dan inklusif.

Kehadiran DPKS di sekolah-sekolah tersebut membawa pesan kuat: kualitas pendidikan tidak boleh bergantung pada letak geografis. Baik sekolah di pusat kota maupun di daerah terpencil memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyiapkan peserta didik menghadapi TKA. Karena itu, monev menjadi instrumen penting untuk memotret kesiapan riil di lapangan—mulai dari aspek teknis pelaksanaan hingga kesiapan siswa.

Ketua DPK Sumenep, Mulyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada dua hal utama: memastikan kesiapan sekolah dan menjamin seluruh siswa kelas VI dapat mengikuti TKA tanpa terkecuali. Ia menyoroti adanya potensi persoalan residu, yakni siswa yang berisiko tertinggal akibat kendala administratif maupun akademik. Masalah ini, jika tidak ditangani serius, dapat mencederai prinsip keadilan dalam pendidikan.

“Jangan sampai ada satu pun siswa yang terlewat mengikuti TKA. Ini menyangkut hak dasar mereka dalam proses evaluasi pendidikan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik halus terhadap praktik yang selama ini masih menyisakan celah dalam sistem pendataan dan pendampingan siswa. Dalam konteks ini, monev tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi ketimpangan.

Lebih jauh, langkah DPKS ini patut diapresiasi sebagai upaya menjaga akuntabilitas pendidikan di tingkat daerah. Namun demikian, keberhasilan monev tentu tidak berhenti pada kunjungan semata. Diperlukan tindak lanjut konkret berupa pembinaan, pendampingan, dan perbaikan sistem agar temuan di lapangan benar-benar menghasilkan perubahan.

Dengan demikian, monev TKA tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk memastikan bahwa setiap anak di Sumenep mendapatkan hak yang sama dalam mengakses dan menyelesaikan proses pendidikan dasar secara layak. (bus)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments