Dewan Pendidikan Sumenep Perkuat Budaya Menulis Guru, Dorong Publikasi Karya Ilmiah

Sejumlah panitia tengah mempersiapkan tempat pelatihan yang bakal digelar besok, Selasa 2 Juni 2026 di Gedung Ki Hadjar Dewantara Sumenep.

DPKSUMENEP.ID – Upaya meningkatkan profesionalisme guru tidak cukup hanya melalui peningkatan kemampuan mengajar di ruang kelas. Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis, guru juga dituntut mampu mendokumentasikan pengalaman, inovasi, dan gagasan pembelajaran dalam bentuk karya ilmiah yang dapat dipublikasikan.

Kesadaran itulah yang mendorong Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menggelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah bagi guru SD dan SMP. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat budaya literasi sekaligus tradisi akademik di lingkungan pendidikan Kabupaten Sumenep.

Sebanyak 54 guru dari berbagai kecamatan akan mengikuti pelatihan bertema Meningkatkan Profesionalisme Guru melalui Penulisan Karya Ilmiah dan Publikasi Pendidikan. Melalui kegiatan itu, para peserta diharapkan tidak hanya memahami teknik penulisan ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang layak dipublikasikan.

Koordinator kegiatan, Dr. Slamet, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang bukan sekadar memenuhi agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar untuk membangun ekosistem akademik yang kuat di kalangan guru.

Menurutnya, banyak guru memiliki pengalaman mengajar, metode pembelajaran, hingga inovasi yang terbukti efektif di sekolah masing-masing. Namun, sebagian besar praktik baik tersebut belum terdokumentasikan secara ilmiah sehingga sulit dijadikan referensi dan direplikasi oleh sekolah lain.

“Guru tidak cukup hanya mengajar di ruang kelas. Mereka juga harus mampu menuangkan pengalaman, gagasan, dan inovasi pembelajaran dalam bentuk tulisan ilmiah yang bisa dipublikasikan,” ujarnya.

Karena itu, DPKS ingin membekali para guru dengan kemampuan menulis yang baik sekaligus pemahaman tentang kaidah dan sistematika karya ilmiah. Selain menjadi sarana pengembangan keilmuan, publikasi ilmiah juga memiliki peran penting dalam peningkatan kompetensi maupun pengembangan karier guru.

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan memperoleh materi dari akademisi, praktisi pendidikan, dan guru berprestasi. Materi mengenai urgensi karya ilmiah bagi guru akan disampaikan Syafiq, sedangkan teknik penulisan serta sitasi ilmiah akan dibawakan Ridwan.

Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian teori. Para peserta juga akan didampingi menyusun draf karya ilmiah, mengikuti klinik revisi, hingga mendapatkan pendampingan menuju proses publikasi. Pendekatan itu dipilih agar hasil pelatihan benar-benar menghasilkan karya nyata, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial.

DPKS menargetkan sedikitnya 80 persen peserta mampu memahami sistematika penulisan karya ilmiah secara komprehensif. Selain itu, sekitar 70 persen peserta diharapkan dapat menuntaskan naskah yang siap dipublikasikan.

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk melahirkan komunitas guru penulis di Kabupaten Sumenep. Kehadiran komunitas itu diharapkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus wadah berbagi pengalaman sehingga budaya menulis dan publikasi ilmiah dapat tumbuh secara berkelanjutan di kalangan pendidik. (bus)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments