Menulis atau Hilang dari Sejarah; DPKS Cetak Guru Penjaga Peradaban Ilmu

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Moh Iksan dalam Pembukaan Pelatihan Menulis Karya Ilmiah untuk Guru SD dan SMP oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep di Gedung Ki Hadjar Dewantara Sumenep.

DPKSUMENEP – Di tengah derasnya arus informasi digital dan tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, kemampuan menulis tidak lagi sekadar pelengkap profesi guru. Menulis telah menjadi instrumen penting dalam membangun peradaban pengetahuan. Kesadaran itulah yang mendorong Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menggelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah bagi Guru SD dan SMP di Kabupaten Sumenep, Selasa (2/6).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan. Tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun karya ilmiah, pelatihan ini juga diarahkan untuk melahirkan agen-agen literasi di setiap kecamatan.

Ketua DPKS Mulyadi menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membangun tradisi intelektual di tengah masyarakat. Menurutnya, semakin banyak guru yang mampu menulis dan menghasilkan karya, semakin besar pula kontribusi mereka terhadap kemajuan pendidikan daerah.

“Kami berharap nantinya guru-guru di masing-masing kecamatan menjadi penggerak kepenulisan. Mereka bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan inovasi pembelajaran melalui tulisan,” ujarnya.

Mulyadi menilai, tradisi menulis merupakan salah satu penanda kemajuan peradaban. Sebab, ide dan pengetahuan yang tidak dituliskan akan mudah hilang ditelan waktu. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya budaya menulis di kalangan pendidik.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi bila tidak menulis maka akan ditelan sejarah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki dampak yang lebih luas ketika dituangkan dalam karya tulis. Di tangan guru, tulisan bukan hanya menjadi dokumen akademik, melainkan juga warisan intelektual yang dapat menginspirasi generasi berikutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Moh Iksan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif DPKS. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat menunjang peningkatan kualitas guru di sekolah sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang berbasis literasi.

“Kegiatan ini sangat menunjang bagi guru di sekolah. Kami berterima kasih kepada DPKS yang terus memikirkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” katanya.

Iksan mengungkapkan bahwa pihaknya secara khusus mendorong agar semangat menulis terus tumbuh di kalangan guru. Bahkan, ia meminta DPKS untuk terus mengawal dan memotivasi para pendidik agar produktif menghasilkan karya tulis ilmiah.

“Saya juga menyampaikan kepada Ketua DPKS agar guru tetap semangat dalam menulis. Sebab, budaya menulis merupakan bagian penting dari peningkatan kompetensi profesional guru,” tambahnya.

Pelatihan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya bertumpu pada peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan kapasitas intelektual sumber daya manusianya. Ketika guru aktif menulis, sesungguhnya mereka sedang membangun tradisi berpikir kritis, budaya riset, dan peradaban ilmu pengetahuan di daerahnya.

Di era ketika informasi bergerak begitu cepat, menulis menjadi cara paling efektif untuk memastikan gagasan tidak hilang begitu saja. Karena itu, pelatihan yang digagas DPKS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan guru-guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga meninggalkan jejak pemikiran bagi masa depan pendidikan Sumenep. (bus)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments