DPKSumenep.id – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) mulai mengakselerasi langkah konkret untuk mendorong tata kelola pendidikan yang lebih modern dan terintegrasi. Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) pendidikan yang akan memfokuskan pada penguatan database berbasis sistem informasi dan teknologi (IT).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan era digital, pengelolaan data pendidikan yang masih parsial dinilai menjadi salah satu kendala dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, DPKS memandang perlu adanya sistem database terpadu yang mampu menyajikan data secara akurat, cepat, dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan.
Dalam rapat internal yang dihadiri seluruh anggota, Ketua DPK Sumenep, Mulyadi, menegaskan bahwa rakor tersebut akan menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi sekaligus langkah strategis dalam pengembangan pendidikan di daerah.
“Rakor ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang konsolidasi gagasan. Kita ingin memastikan bahwa pengelolaan data pendidikan di Sumenep sudah berbasis sistem yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam rakor nanti menjadi kunci utama keberhasilan program. Mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga pemangku kepentingan lainnya akan diajak duduk bersama untuk merumuskan sistem yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Menurut Mulyadi, selama ini masih ditemukan kesenjangan data antar lembaga yang berpotensi menimbulkan kebijakan kurang tepat. Dengan sistem berbasis IT, diharapkan seluruh data dapat terpusat dan menjadi rujukan bersama dalam pengambilan keputusan.
Lebih jauh, ia menilai bahwa transformasi digital di sektor pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Tanpa itu, daerah akan tertinggal dalam hal kualitas layanan pendidikan maupun daya saing sumber daya manusia.
DPKS sendiri menargetkan rakor tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret, termasuk peta jalan pengembangan sistem informasi pendidikan di Kabupaten Sumenep. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan ke depan benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.
Jika langkah ini berjalan optimal, bukan tidak mungkin Sumenep dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan data pendidikan berbasis teknologi di tingkat kabupaten. Sebuah lompatan yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak di tengah derasnya arus digitalisasi. (bus)