DPKSUMENEP.ID – Upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep mendapat angin segar. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menyambut positif sejumlah agenda strategi yang telah disiapkan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) untuk direalisasikan pada tahun 2026 ini.
Apresiasi tersebut bukan tanpa alasan. Program-program yang dirancang DPKS dinilai sejalan dengan kebutuhan riil dunia pendidikan di ujung timur Pulau Madura, yang hingga kini masih menghadapi tantangan kualitas, pemerataan, dan penguatan sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., MT , menegaskan bahwa setiap inisiatif yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan patut didukung bersama. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada birokrasi kerja semata, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pemangku kepentingan.
“Kami sangat mengapresiasi sejumlah program yang disiapkan DPKS. Terlebih yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di Sumenep,” ujar Iksan, Kamis 29 Januari 2026.
Ia menilai, langkah DPKS yang mulai menyusun agenda strategis pendidikan 2026 merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral dalam mengawal arah kebijakan pendidikan daerah. Terutama di tengah tuntutan kualitas lulusan dan daya saing generasi muda yang semakin kompleks.
Sebelumnya, DPKS telah mengumumkan sejumlah agenda penting, mulai dari rencana silaturahim ke lembaga-lembaga strategis seperti Komisi IV DPRD Sumenep, hingga pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan yang melibatkan pengawas sekolah, penilik, K3S, dan MKKS.
Ketua DPKS Sumenep, Mulyadi, menyebutkan bahwa agenda tersebut dirancang bukan sekedar formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, DPKS ingin membangun ruang dialog dan mengkonsolidasikan gagasan agar kebijakan pendidikan tidak lahir secara parsial.
“Pendidikan perlu dikelola secara kolaboratif. Rekomendasi DPKS harus sejalan dengan kebijakan legislatif dan eksekutif agar berdampak nyata,” tegasnya.
Disdik Sumenep sendiri memandang rakor pendidikan sebagai forum strategi untuk memetakan permasalahan dari tingkat satuan pendidikan. Suara pengawas dan kepala sekolah dinilai krusial karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan realitas pembelajaran di lapangan.
Tak kalah pentingnya, perhatian DPKS terhadap penguatan literasi juga mendapat sorotan positif. Rencana pengembangan jurnal pendidikan dinilai sebagai langkah progresif untuk membangun budaya akademik, sekaligus mendokumentasikan praktik pendidikan yang baik di daerah.
“Literasi adalah kunci. Jika ekosistem literasi tumbuh, maka kualitas pendidikan akan mengikuti,” ujar Iksan, menegaskan bahwa Disdik siap menjadi mitra dalam program-program strategi tersebut.
Dengan sinergi antara DPKS dan Disdik, harapan akan pendidikan Sumenep tidak sekedar administratif, tetapi benar-benar berkualitas dan berdaya saing, kian terbuka. Tantangannya kini bukan pada perencanaan, melainkan pada konsistensi dan keberanian menjalankan agenda perubahan demi masa depan generasi muda Sumenep.