DPKSumenep.id – Di tengah tumpukan dokumen dan hiruk-pikuk administrasi sekolah dasar, Dinas Pendidikan Sumenep tak sekadar duduk di balik meja. Mereka turun tangan. Salah satunya lewat pendampingan intensif dalam pengelolaan dana BOS dan penyusunan RKAS.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Sumenep, Ardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya tak hanya memberi instruksi dari jauh. “Kita latih, kita dampingi. Kita tidak hanya memberi arahan, tapi juga terlibat langsung dalam prosesnya,” ujarnya.
Pendampingan itu meliputi penyusunan SPJ BOS (Surat Pertanggungjawaban) hingga RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) — dua hal yang kerap jadi batu sandungan dalam pengelolaan sekolah. Bagi Ardiansyah, ini bukan soal formalitas belaka. “Tujuannya agar sekolah benar-benar paham bagaimana menyusun laporan dengan baik dan benar,” katanya.
Ia menyadari bahwa budaya administrasi yang rapi dan akuntabel tak bisa tumbuh dalam semalam. Namun baginya, prinsip harus dipegang teguh. “Kita ini sedang membiasakan yang benar, bukan membiasakan yang salah jadi benar,” ucapnya tegas.
Langkah itu adalah bagian dari ikhtiar panjang membangun tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan bermartabat. Di Sumenep, setidaknya, pembiasaan yang benar mulai mendapat ruang. Dan sekolah-sekolah perlahan belajar berdiri di atas fondasi yang kokoh: kejujuran. (ibn)