DPK Sumenep.id – Ada yang berbeda di PAUD Al-Qur’an Al-Qodar, Jalan Pahlawan, Pandian, Sumenep, beberapa hari terakhir. Satu per satu anak didampingi orang tua tampak antusias mengikuti tes yang tidak biasa: analisa sidik jari.
Program ini digagas langsung oleh Kepala PAUD Al-Qodar, Ariyani Mirawati, S.Pd. Tujuannya cukup unik namun sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. “Kami ingin mengetahui gaya belajar anak, kecerdasan dominan, hingga dominasi otak kanan dan kiri mereka,” ujar Ariyani.
Tes ini tidak sekadar formalitas. Hasilnya akan digunakan sebagai panduan guru dalam menyusun metode pengajaran yang lebih tepat sasaran. “Kami ingin pembelajaran benar-benar berpusat pada anak, sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka,” jelasnya.

Lewat data sidik jari, guru bisa mengetahui bagaimana cara terbaik anak menyerap dan merespon informasi. Ada anak yang lebih mudah paham lewat visual, ada juga yang lebih cocok dengan pendekatan kinestetik atau auditori.
Ariyani menambahkan, manfaat tes ini tidak hanya dirasakan oleh guru, tapi juga sangat membantu orang tua dalam memahami potensi dan karakter anak sejak dini. “Dengan begitu, orang tua bisa lebih tepat dalam mengarahkan tumbuh kembang anak sesuai bakat dan minat mereka,” imbuhnya.
Tes ini diwajibkan bagi seluruh peserta didik baru, serta dibuka bagi siswa lama yang orang tuanya berminat. Responsnya? Cukup positif. Banyak orang tua merasa terbantu karena bisa mengetahui hal-hal yang selama ini belum terungkap hanya lewat pengamatan sehari-hari.
“Kami berharap, ini menjadi langkah awal agar proses pendidikan benar-benar selaras antara sekolah dan rumah,” pungkas Ariyani. (ibn)