DPKSUMENEP.ID – Dari balik dinamika dunia akademik Madura, muncul kabar yang menyulut kebanggaan. Zakiyah Yasin, S.Kep., Ns., M.Kep.—dosen Keperawatan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep—resmi mengukir sejarah sebagai kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) pertama se-Madura yang meraih gelar doktor.
Perempuan kelahiran Pamekasan, 20 Oktober 1985 itu menuntaskan studi doktornya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Prestasinya bukan main-main. Ia lulus dengan IPK nyaris sempurna: 3,95, sebuah capaian yang menegaskan kualitas akademiknya sekaligus etos kerja yang kuat.
“Man Jadda Wajada” yang Hidup dalam Langkahnya
Kisah akademik Zakiyah bukanlah perjalanan yang terjadi dalam semalam. Ia benar-benar menafsirkan pepatah Arab Man Jadda Wajada—barangsiapa bersungguh-sungguh, pasti berhasil—dalam kerja nyata.
Di tengah rutinitas sebagai pengajar, peneliti, sekaligus ibu muda, Zakiyah tetap fokus menapaki jalan doktoral di salah satu kampus terbaik di Indonesia. Komitmennya menjadi energi utama yang membawanya melampaui tantangan akademik maupun beban profesional.
Ketekunannya mengingatkan bahwa keberhasilan, bagaimana pun bentuknya, selalu lahir dari konsistensi dan pengorbanan.
Meneliti Stunting di Kepulauan Sumenep
Cinta Zakiyah pada tanah kelahirannya tercermin jelas dalam pilihan tema disertasinya. Alih-alih meneliti isu-isu umum yang sering menjadi primadona akademis, ia justru membedah persoalan kesehatan yang melekat pada masyarakat Madura: stunting.
Risetnya menyoroti perbedaan dinamika stunting di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Sumenep. Dengan pendekatan ilmiah yang sistematis, Zakiyah menampilkan data, faktor risiko, hingga pola kejadian stunting di kawasan yang selama ini sering menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan.
Temuan dalam disertasi tersebut tak sekadar memperkaya literatur akademis. Lebih dari itu, menjadi tawaran solusi yang dapat dijadikan rujukan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merumuskan kebijakan penanganan gizi buruk secara lebih presisi.
Di tengah upaya nasional menurunkan angka stunting, kontribusi semacam ini jelas sangat berarti.
Apresiasi dari Dewan Pendidikan Sumenep
Prestasi Zakiyah mendapat sambutan hangat dari berbagai tokoh pendidikan di Sumenep. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Mulyadi, secara khusus menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas keberhasilan tersebut.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Zakiyah Yasin atas capaian gelar doktornya dengan predikat luar biasa. Ini aset berharga bagi Sumenep,” ujar Ketua DPKS.
Ia menegaskan bahwa hadirnya akademisi muda dengan kepakaran kesehatan masyarakat, khususnya terkait stunting, menjadi amunisi baru bagi daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
“Disertasi tentang stunting di wilayah pesisir dan kepulauan merupakan kontribusi nyata yang sangat dibutuhkan daerah. Semoga ilmu yang diraih dapat membawa manfaat dan menginspirasi kader-kader Nasyiatul Aisyiyah lainnya untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin,” pungkasnya. (ibn)