DPKSumenep.id – Suasana religius menyelimuti lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep pada Selasa (10/3/2026). Keluarga besar Dinas Pendidikan bersama berbagai elemen sektor pendidikan berkumpul dalam kegiatan khatmil Qur’an yang dirangkai dengan buka puasa bersama dan santunan kepada anak yatim.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai spiritual di kalangan insan pendidikan. Apalagi, khatmil Qur’an yang digelar kali ini merupakan yang ketiga selama Ramadan tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Muhammad Iksan, mengatakan bahwa konsistensi menggelar khatmil Qur’an merupakan bentuk ikhtiar spiritual agar tugas besar di sektor pendidikan dapat dijalankan dengan baik.
“Ini khatmil Qur’an yang ketiga selama Ramadan. Harapannya, kami dapat menjalankan amanah di sektor pendidikan dengan baik dan sukses, sekaligus memperoleh keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan administratif. Ada nilai-nilai moral dan spiritual yang juga perlu menjadi fondasi bagi para pengelola pendidikan.
Karena itu, kegiatan religius seperti khatmil Qur’an dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kedekatan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Iksan juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di Kabupaten Sumenep. Mulai dari organisasi profesi guru hingga unsur lain yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih atas kehadiran seluruh sektor pendidikan, baik dari organisasi profesi maupun keluarga besar Dinas Pendidikan,” tuturnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua DPK Sumenep, Mulyadi. Ia menilai kegiatan yang digelar Disdik tidak hanya memperkuat ukhuwah antarinsan pendidikan, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan yang telah menggelar kegiatan ini sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim,” katanya.
Bagi Mulyadi, kegiatan semacam ini menjadi contoh bahwa lembaga pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh KH Qusyairi Zaini. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa profesi pendidik memiliki kedudukan yang sangat mulia.
“Tidak ada profesi yang lebih baik dibandingkan profesi pendidik,” ujarnya.
Menurutnya, seorang guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, para pendidik perlu menjaga niat, integritas, dan keteladanan dalam menjalankan tugasnya.
Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat bagi para pendidik untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam menjalankan pengabdian mereka.
Melalui kegiatan khatmil Qur’an, buka bersama, dan santunan anak yatim, keluarga besar Dinas Pendidikan Sumenep menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berkutat pada ruang kelas, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan sosial. Sebab, dari tangan para pendidiklah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral. (bus)