Workshop Pembelajaran Mendalam, Koding, dan AI Digelar Serentak di Tiga Kecamatan Kepulauan

Kabid GTK Akhmad Fairusi ketika memberikan penjelasan di Kecamatan Arjasa

DPKSUMENEP.ID – Dunia pendidikan di kepulauan kembali bergerak. Kali ini, giliran guru dan kepala sekolah di Kecamatan Arjasa, Kangayan, dan Sapeken yang mendapat penguatan kompetensi melalui Workshop Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen PGRI dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) untuk mendorong transformasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ketua Panitia Pelaksana, Akhmad Nurullah, yang juga Kepala SDN Arjasa I, menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Guru dan kepala sekolah tidak bisa lagi terpaku pada cara-cara lama. Pembelajaran hari ini harus menyentuh ranah berpikir tingkat tinggi dan menyambut teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujarnya saat membuka kegiatan di Arjasa, Jumat (19/9).

Workshop ini digelar serentak di tiga kecamatan. Kecamatan Arjasa dan Kangayan dilaksanakan pada 18–19 September 2025, sementara Kecamatan Sapeken dijadwalkan mulai Sabtu (20/9). Masing-masing wilayah menyelenggarakan kegiatan di sekolah-sekolah strategis dengan jumlah peserta yang cukup besar.

Di Arjasa, sebanyak 90 guru mengikuti pelatihan yang ditempatkan di SDN Arjasa I. Mereka dibagi ke dalam tiga ruang kelas berdasarkan kelompok dan jenjang. Sementara itu, 48 kepala sekolah dari wilayah yang sama mengikuti pelatihan terpisah di SDN Kalinganyar I, dan dibagi dalam dua kelas.

Kecamatan Kangayan juga menunjukkan antusiasme tinggi. Sebanyak 22 lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, mengirim dua guru dan satu kepala sekolah. Fokus peserta kali ini terbagi antara guru kelas rendah dan kelas tinggi. Pelatihan tetap terpusat di SDN Arjasa I, sebagai lokasi gabungan.

Di Sapeken, 33 lembaga dijadwalkan mengikuti pelatihan pada Sabtu. Pola pelatihan mengacu pada dua kecamatan sebelumnya, dengan kombinasi peserta guru dan kepala sekolah. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi materi dan pengalaman tetap merata di seluruh kepulauan.

Para narasumber berasal dari Dinas Pendidikan Sumenep yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus dari Balai Besar Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang kontekstual dan membumi, terutama dalam penerapan konsep PM, Koding, dan AI dalam pembelajaran di kelas.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi profesi. Di Arjasa, pelatihan diselenggarakan oleh PGRI Cabang Arjasa bersama KKKS setempat. Sementara di Kangayan, kegiatan didukung oleh PGRI dan K3S. Pola kerja sama serupa juga diterapkan di Sapeken. Seluruh kegiatan ini juga didukung oleh Konsorsium PMM.

“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tapi bagian dari perubahan paradigma pendidikan. Guru harus naik kelas, begitu juga dengan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran,” tegas Nurullah.

Dengan pelatihan ini, para pendidik di kepulauan diharapkan tak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu membangun pembelajaran yang kritis, kreatif, dan adaptif. Pendidikan di kepulauan harus punya standar yang sama, meskipun berada jauh dari pusat. (ibn)

4.5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments